Terapi Akupunktur

 

Terapi Akupunktur 


Erika Nur Fadillah (P22030124914)


Mahasiswa Kelas RPL
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektro-medis


Dosen Pengampu : Agus Komarudin, S.T., M.T.


Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II

Apa itu Akupunktur?


Teknik pengobatan tradisional dari negara China ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan secara alami.

Jarum akupunktur memiliki ketebalan yang sangat tipis dan nantinya akan ditusuk di bagian tubuh tertentu yang biasa disebut sebagai titik akupunktur. Praktisi atau ahli akupuntur di Indonesia disebut sebagai Akupunktur Terapis

Pengobatan menggunakan teknik akupunktur telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kesehatan yang tercantum dalam Permenkes No. 34 Tahun 2018 tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Akupunktur Terapis.

Sejarah Perkembangan Akupunktur

    

Akupunktur berasal dari bahasa Latin, acus= jarum dan puncture = tusuk yang artinya menusuk dengan jarum ke tubuh pada suatu titik khusus. Dalam bahasa negara China adalah cen Jiu, dalam bahasa Indonesia diubah menjadi akupuntur. Akupunktur merupakan komponen penting dari Tradisional Chinese Medicine (TCM). Akupunkture sudah terkenal sejak 4000 -5000 tahun yang lalu. Huang Ti Nei Cing /The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine, diterbitkan pada zaman Cun Ciu Can Kuo (770-221 SM). Ilmu Akupunktur berkembang sejak jaman batu, dimana jarum dibuat dari batu untuk menyembuhkan penyakit. Bahan jarum berubah dari batu (Pian Stone) ke bambu ke tulang diganti perunggu/ logam. 

Zaman Cun Ciu Can Kuo ada Ahli akupunktur bernama Pien Cie berhasil menyembuhkan seorang pangeran bernama Hao dengan jarum perunggu ketika tidak sadar selama setengah hari di tulis di buku Nang Cing 

Zaman dinasti Tang (265-960) ilmu akupuntur berkembang sangat pesat dan menyebar keluar negeri seperti Korea dan Jepang. Adapun akupunturis pada zaman itu bernama Huang Pu Mi yang menulis buku Cia I Cing, dan akupunturis terkemuka lainnya yang ada pada zaman itu adalah Sun Se Miao (581-682) menulis buku Cien Cin Fao Fang dan Cien Cin I Fang. Akupunkturis Cen Cien (541-643) membuat peta berwarna untuk menerangkan meridian dan titik akupunkture serta menjelaskan pengobatan moksibusi. 

Zaman dinasti Ming (960-1644), seni pahat dan teknik percetakan berkembang luas, ilmu akupuntur pun ikut tersebar luas. Akupunturis yang ada pada zaman ini bernama Wang We I yang membuat patung perunggu untuk menggambarkan titik akupuntur dan meridian. Yang Cin Ceu menulis buku Cen Ciu Tan Cen yang diterjemahkan bahasa Jepang, Inggris, Cerman dan Perancis. Zaman dinasti Cing (1644-1911) metode akupuntur tidak banyak perkembangan, namun buku I Cung Ci Cien pada zaman ini cukup bernilai untuk dijadikan referensi.

Falsafah dan Konsep

Pengobatan dengan akupunktur berdasar pada falsafah alamiah, meridian dan titik akupunktur sebagai rangsang pengobatan. Berbagai falsafah dan konsep yang mendasari ilmu Akupunktur antara lain : 
  1.  Falsafah Taiji 

    Dalam falsafah Taiji alam merupakan suatu kesatuan bulat, yang disusun oleh sejumlah kesatuan bulat yang lebih kecil yang merupakan replikasinya, bulatan tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Kesatuan bulatan kecil ini juga terdiri dari sejumlah kesatuaan yang lebih kecil lagi yang merupakan replikasinya, yang juga saling mempengaruhi satu dengan yang lain, demikian seterusnya sampai pada kesatuan yang terkecil yang hampa (Wuji). 

  2. Falsafah Yin Yang

    Setiap kesatuan bulat dalam alam memiliki dua muka yang bertentangan, yaitu Yin dan Yang. Yin dan Yang saling mendasari dan saling membentuk. Dalam Yin terdapat Yang, demikian pula dalam Yang terdapat Yin, jadi tidak ada yang murni dan mutlak. Yin dan Yang saling tarik menarik, membentuk suatu keseimbangan di namis, hilangnya keseimbangan ini menunjukan suatu keadaan patologik (sakit). Yin Yang merupakan komponen penting,Yang disebutkan lebih dominan daripada Yin. Falsafah Yin Yang diterapkan dalam ilmu akupunktur sebagai teori YinYang yang dipakai dalam berbagai aspek ilmu akupunktur mulai dari tinjauan keadaan normal (fisiologik), keadaan sakit, penyebab-penyebab sakit, terjadinya penyakit, pemeriksaan, analisis, diagnosis, terapi dan perawatan. Organ tubuh dibagi berdasarkan fenomena Yin Yang yaitu organ padat (Zang) sebagai pembentuk energi ( meliputi hati, jantung, sampul jantung, limpa, paru dan ginjal) dan organ berongga (Fu) sebagai penampung energi (meliputi kandung empedu, usus kecil, tiga pemanas, lambung, usus besar dan kandung kemih). Sampul Jantung (pericard) dan tiga pemanas ( tri heater) merupakan organ imaginer yaitu yang mengelilingi jantung dan tiga rongga tubuh yaitu rongga thoraks, intraperitoneal dan retroperitoneal. 

  3. Falsafah Sancai

    Setiap kesatuan bulat dalam alam memiliki 3 bagian yaitu langit (Yang), manusia (Yin Yang), dan bumi (Yin). Falsafah Sancai melahirkan sejumlah konsep : Konsep Jing-Qi-Shen, Konsep Sanjiao dan Konsep teknik penjaruman. 

  4. Falsafah Wuxing

    Setiap kesatuan bulat dalam alam terdiri dari 5 unsur, yaitu: kayu, api, tanah, logam dan air yang berhubungan satu dengan yang lain mengikuti hubungan tertentu sehingga membentuk suatu keseimbangan dinamis yang harmonis. Hilangnya keseimbangan dinamis ini akan menimbulkan keadaan patologik (sakit).


  5. Konsep Qi, Darah (Xue) dan cairan Tubuh (Jinye)

    Materi dasar yang membentuk tubuh dan memelihara tubuh antara lain Qi, Xue, Jinye yang merupakan bagian dari Jing Qi (energi, tenaga) adalah materi dasar yang bergerak tiada hentinya dan berdaya hidup sangat kuat yang membentuk tubuh dan memelihara kegiatan hidup. Qi tubuh dibentuk dari Jinqi bawaan dan Jinqi didapat yang diperoleh Qinqi udara berkat kerja sama seluruh organ viscera (Zangfu) terutama paru, limpa-lambung, dan ginjal. Qi dibedakan atas fungsi dan lokasi nya yaitu : Yuan Qi (Qi primer), Zong Qi (Qi dada), Yin Qi (Qi Nutrisi), Wei Qi (Qi pertahanan). Shen * digunakan untuk semangat atau spirit yang menunjukkan kondisi tubuh atau spiritual yang menggambarkan aspek material dalam TCM.

    Jing merupakan energy vital. Jing ini ada dua jenis yaitu Prenatal Jing (Jing congenital) dan Postnatal Jing (Jing didapat). Jing bersifat Yang, berhubungan dengan Yang Qi Ginjal (Shen qi) atau Yuan Qi, bertanggung jawab pada fungsi Yang suhu tubuh. Xue (darah) adalah materi dasar berwarna merah yang berada dalam pembuluh darah (Mai) dan beredar keseluruh tubuh, yang kaya akan nutrisi dan zat pelembab, berfungsi dalam pemeliharaan, pelembaban dan memberikan nutrisi pada organ dan jarngan tubuh. Darah dibentuk dari sari hara makanan oleh aktivitas lambung (Wei) dan limpa (Pi). Darah dikontrol oleh jantung (xin) dan disimpan di hati (Gan) dan dijaga tetap di pembuluh darah oleh Limpa (spleen). Darah dan Qi merupakan sebuah kesatuan YinYang disebut Qixue.

    Jinye merupakan sebutan untuk materi dasar tubuh berbentuk cair yang fisiologis, mencakup cairan sekresi dan ekskresi Zangfu, misalnya cairan lambung, cairan usus, ingus, air mata, air liur, semen, keringat dan urin. Jinye juga berperan dalam pembuangan sisa Jihua (metabolisme). 

  6. Konsep Otak Secara tradisional otak merupakan lautan sumsum tulang, merupakan ruang Yuanshen dan menyimpan Shenqi.

Perkembangan Akupunktur di Indonesia

Pada tahun 1982, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) kala itu membentuk sub-konsorsium akupunktur serta menjadi mitra kerja Depdiknas dan Departemen Kesehatan (Depkes) dalam merumuskan kebijaksanaan pemerintah tentang kurikulum sistem pendidikan akupuntur. Juga merumuskan berbagai sistem penataran bagi pendidik serta penguji praktek yang harus dipatuhi oleh lembaga pendidikan akupuntur di Indonesia.

Selain itu juga dibentuk Persatuan Akupunturis Seluruh Indonesia (PAKSI) yang merupakan wadah tunggal bagi akupunturis di Indonesia pada tahun 1986. Kemudian metode akupuntur mendapatkan pengakuan yang ditandai dengan adanya Permenkes R.I. NO. 1186 MENKES/PER/XI/1996 dan Kepmenkes RI no. 1277/Permenkes/SK/VII/2003. Disebutkan pula bahwa pengobatan akupunktur adalah penunjang dan sebagai senjata melawan berbagai penyakit perasaan nyeri, bukan hanya sebagai pengobatan alternatif melainkan berfungsi pula sebagai cara tambahan pada pengobatan konvensional.

Akupunktur dapat dikatakan sudah salah satu komponen yang diterima dalam sistem kesehatan masyarakat apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
  • Berdasarkan ilmu dan dapat dikembangkan secara terbuka
  • Akupunkturis mempunyai kompetensi standar minimal
  • Izin praktek tersebut diberikan setelah yang bersangkutan memiliki ijazah nasional akupunktur, surat rekomendasi dari PAKSI, dan syarat umum lainnya.
  • Pelayanan akupuntur dapat dijangkau masyarakat.
  • Tidak bertentangan dengan pengobatan konvensional.

Meridian 

Meridian merupakan sistem alami dalam tubuh manusia, yang terdiri dari saluran yang menjaring tubuh menjadi satu kesatuan, yang menghubungkan bagian atas dengan bagian bawah tubuh, bagian kanan dengan bagian kiri, bagian ventral dengan bagian dorsal, permukaan tubuh dengan organ viscera, antar organ viscera, organ viscera dengan panca indera, yang dapat bereaksi terhadap rangsangan baik rangsangan dari luar maupun dari dalam tubuh, serta dapat menyalurkan Qixue, mengatur harmoni Yin Yang, sehingga bagian-bagian tubuh dapat melakukan kegiatan dengan selaras serasi dalam suatu keseimbangan yang dinamis. Titik-titik akupunktur (akupoin) terletak disepanjang meridian. 

Titik Akupunktur 

Titik akupunktur adalah titik pancaran Qi dari Zangfu-meridian pada permukaan tubuh, merupakan titik peka rangsang dan titik reaksi yang berubah mengikuti perubahan kegiatan Qi Zangfu-meridian. Seluruh titik akupunktur umum mempunyai efek dan indikasi sebagai berikut:
  1. Memiliki efek lokal, yaitu berefek pada daerah sekitar titik tersebut 
  2. Memiliki efek jauh, yaitu berefek pada daerah sepanjang meridian dan daerah yang dicapai meridian tersebut 
  3. Memiliki efek sistemik, yaitu berefek secara sistemik sesuai perannya sebagai titik akupunktur penting.

Rangsang Akupunktur 

Dalam pelaksanaan pengobatan perlu ditentukan cara rangsangan yang akan dilakukan. Terdapat tiga jenis rangsangan akupunktur, yaitu : 
  1. Rangsang mekanik, yaitu rangsangan dengan menggunakan jarum halus, jarum kulit, jarum dalam kulit, jarum prisma, jari (akupresur) 
  2. Rangsang termis yaitu rangsangan dengan menggunakan penghangatan moksa. 
  3. Rangsang mekanik-termis, merupakan gabungan kedua cara diatas.

    Tahap memperoleh rasa jarum (Deqi):

    Deqi adalah rasa panjaruman yang dirasakan oleh pasien sebagai rasa berat, bengkak, linu, terkena aliran listrik. Bagi penusuk deqi dirasakan seperti umpan termakan ikan (saat memancing).

    Setelah tercapai Deqi kemudian dilakukan manipulasi penguatan atau pelemahan, sesuai dengan rencana dan cara pengobatan. Sudut masuknya jarum dapat tegak lurus (perpendikuler), miring dengan sudut 45 atau 15 derajat. 

Perbedaan akupunktur medik dengan tradisional

Akupunktur terbagi dua, yaitu akupunktur medik dan akupunktur tradisional. Akupunktur medik merupakan ilmu pengobatan konvensional yang dilakukan oleh tenaga medis, yaitu dokter spesialis akupunktur medik dan dokter umum yang telah kursus akupunktur medik. Sedangkan akupunktur tradisional merupakan pengobatan tradisional komplementer dan dapat dilakukan oleh tenaga selain medis dan paramedis.

Akupunktur medik adalah cabang ilmu kedokteran berupa perangsangan pada titik tertentu di permukaan tubuh berlandaskan pada ilmu biomedik dan berbasis bukti klinis dalam upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitative dan paliatif. Lokasi titik pada akupunktur medik berdasarkan neuroanatomical landmark, selain itu, penjelasan ilmiah mekanisme kerja rangsang akupunktur juga berlandaskan ilmu biomedis.

Terdapat perbedaan mendasar akupunktur medik dengan akupuntur tradisional, yakni sudah tidak berkonsep pada yin/yang dan sirkulasi qi. Tetapi berdasarkan stimulasi sistem saraf, dimana dalam aksi nya meliputi bagian-bagian dari sistem saraf yaitu akson, segmental, neuromodulasi extrasegmen, serta sistem sentral. Pengobatan akupunktur medik dilakukan berdasarkan diagnosa medis pasien. Pemilihan kombinasi titik akupunktur dan target terapi merupakan hasil dari kajian berbagai penelitian. Saat ini pun sudah terdapat berbagai macam modalitas akupunktur selain menggunakan jarum, yaitu dengan elektro akupunktur, laserpunktur, sonopunktur, akupunktur tanam benang dan farmakopunktur. Penggunaan modalitas tergantung dengan keadaan pasien dan kontraindikasi dari setiap pasien.

Tindakan Akupunktur Medik 

Jarum-jarum akan ditusukan secara hati-hati pada titik-titik akupunktur atau titik tertentu yang akan digunakan untuk mengobati sakit dan dibiarkan beberapa lama. Dari beberapa pasien akan merasakan sensasi halus pada tempat yang ditusuk jarum akupuntur tersebut, tetapi bukan rasa sakit yang sebenarnya dirasakan.

Perangsangan pada titik akupunktur umumnya dilakukang dengan jarum khusus yang dinamakan akuuntur manual. Dan dapat juga jarum yang telah ditusukkan tadi akan dialirkan listrik dengan tegangan rendah dari alat elektrosimulator yang dinamakan “Elektroakupuntur” ataupun dengan menggunakan batang moksa yang dipanaskan kemudian diarahkan ke area titik akupuntur yang dimaksud, maka tindakan ini disebut dengan moksibusi.

Akupuntur akan memberikan efek tertentu pada titik akupuntur dan bagian tubuh lain yang saling berhubungan dengan saraf tulang belakang hingga otak untuk mencapai hemostasis yaitu keseimbangan sistem metabolism pada tubuh.
Oleh karena itu akupuntur medik berbeda dengan akupuntur tradisional yang sering kita temukan di masyarakat. Akupuntur medik merupakan bagian dari ilmu kedokteran konvensional dan praktisinya adalah dokter, sedangkan akupuntur tradisional adalah bagian dari tradiosonal Chinese medicine dan praktisinya adalah bukan dokter atau selain dokter.

Manfaat Akupunktur Medik  

 
Akupunktur merupakan cara pengobatan yang sudah berkembang sejak ribuan tahun yang lalu, berperan dalam kesehatan tubuh dan mendapat perhatian Internasional. Akupunktur mempunyai philosofi berdasar pada ”Self Healing Potential” (kemapuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri) yang bersifat alami. Akupunktur menstimulir kekuatan homeostasis tubuh untuk mencapai keseimbangan normal.

Akupunktur sebagai tindakan pengobatan dengan cara perangsangan pada permukaan tubuh, bermanfaat untuk regulasi pada berbagai bidang, dengan ruang lingkup penggunaan yang luas, antara lain:
  1. Menghilangkan atau mengurangi gejala penyakit
  2. Meregulasi gangguan fungsi tubuh
  3. Memperbaiki keadaan patologik
  4. Mempertinggi kualitas hidup
  5. Meningkatkan estetika (kecantikan)
  6. Mencegah timbulnya penyakit 
Secara klinis pengobatan akupuntur dapat dilakukan :
  1. Sebagai pengobatan tunggal, misalnya pada berbagai kasus nyeri, gangguan sensorik dan permulaan proses radang
  2. Sebagai pengobatan terpadu dengan pengobatan yang lain, untuk mendapatkan hasil pengobatan yang lebih baik. Misalnya pada penyakit saraf, sistem endokrin, sistem gastrointestinal.
  3. Sebagai pengobatan pendukung, misalnya meningkatkan kondisi kesehatan untuk mempercepat pemulihan kesehatan, memperingan efek samping radiasi dan mencegah sequela. 
Cara pengobatan akupunktur semakin berkembang, berbagai modifikasi pengobatan akupunktur antara lain akupunktur dengan tekanan tangan (acupressure), TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation), akupunktur dengan menggunakan laser, menyuntik dengan obat pada titik akupunktur, akupunktur dengan menggunakan moxa.

Cara Kerja Akupunktur

 
Dalam sejarah China, dijelaskan bahwa kesehatan manusia terdiri atas keseimbangan harmonis antara yin, kegelapan, dan yang, cahaya. Kedua unsur tersebut bersatu dan membentuk unsur kehidupan bernama chi yang direpresentasikan dengan tubuh kita.

Dengan kata lain, kalau kamu sakit, itu artinya chi milikmu sedang terjadi kerusakan. Dan kerusakan tersebut terjadi akibat unsur yin dan yang sedang tidak harmonis dan berakibat pada ketidakseimbangan.

Nah, peran akupuntur disini adalah menyambung kembali jalur energi kehidupan chi dengan membuat yin dan yang harmonis kembali. Akupunktur Terapis akan menusuk-nusuk 350 titik akupuntur dengan kombinasi yang tepat agar aliran energi dapat seimbang kembali.
Jika setelah melakukan terapi pengobatan ini masalah kesehatan yang kamu alami berhasil disembuhkan, itu berarti energi kehidupan chi telah seimbang kembali.
Dalam satu sesi terapi, biasanya berlangsung selama 20 menit hingga 1 jam. Durasi tersebut sudah termasuk dengan cek kesehatan, riwayat penyakit, dan terapi itu sendiri.

Mekanisme Kerja Akupuntur 

Bila titik akupunktur dirangsang maka akan terjadi beberapa macam reaksi yaitu:
  1. Reaksi inflamasi local
  2. Transduksi interseluler
  3. Refleks kutaneosomatovisera
  4. Transmisi neural ke otak. 
Bila suatu titik akupuntur dirangsang maka secara subyektif akan dirasakan:
  1. Nyeri tajam (serabut saraf A-group delta)
  2. Nyeri tumpul (serabut saraf C)
  3. Rasa berat (serabut korpuskel peka tekanan)
  4. Rasa pembengkakan (terpengaruhnya mikrosirkulasi dan peninggian permeabilitas )
  5. Korona kemerah-merahan sekitar jarum masuk (dilatasi mikrosirkulasi)
  6. Rasa hangat sekitar jarum masuk (Peningkatan mikrosirkulasi)
  7. Perangsangan lebih lanjut akan menimbulkan peninggian ambang nyeri dan apabila diteruskan akan timbul efek analgetik di daerah yang jauh dari titik yang dirangsang. 
Secara garis besar kerja akupuntur akan menimbulkan efek berupa:
  1. Analgesi
  2. Regulasi Efek regulasi dapat berupa:
    • Relaksasi otot yang spastic 
    • Peninggian / perbaikan mikrosirkulasi, baik lokal maupun distal
    • Normalisasi tekanan darah
    • Penurunan kadar lemak yang tinggi dalam darah
    • Penyembuhan hipersensitivitas kulit dan selaput lendir terhadap berbagai faktor
    • Pemulihan dari dipresi mental, keadaan hiperaktif dan anxiety
    • Perangsangan pelepasan hormone hipofise ACTH
    • Peninggian reaksi imun dan resistensi terhadap infeksi bakteri
    • Normalisasi aktivitas organ viscera
    • Normalisasi kadar gula darah
    • Perangsangan regenerasi serabut saraf. 
Rangsangan pada titik akupunktur dapat menimbulkan :
  1. Efek regional 

    • Reaksi jaringan

      Cedera dinding sel akibat rangsangan titik akupunktur membebaskan asam arakidonat yang dikandungnya. Selanjutnya dihasilkan lekotrin, prostaglandin E-2, tromboksan dan prostasiklin. Mediator kimiawi itu memicu terjadinya inflamasi lokal dan agregasi trombosit. Kerusakan endotelium pembuluh darah halus dan kapiler serta jaringan ikat akan menghasilkan fragmen kolagen, miofibril dan membran basal, yang mengakitivasi sistim pembekuan darah secara bertingkat. Reaksi inflamasi buatan akan dilanjutkan dengan proses lain berupa reaksi anti-inflamasi. 

    • Refleks akson

      Rangsangan penjaruman pada reseptor polimodal oleh saraf sensorik diteruskan selain ke medula spinalis, juga ke akson kolateral yang mengandung CGRP (calcitonin gen related peptide) dan bersinaps akso-aksonik dengan akhiran saraf simpatis di sekitar pembuluh darah. Pelepasan asetilkolin oleh akhiran saraf simpatis yang teraktivasi menyebabkan vasodilatasi lokal di sekitar lokasi penjaruman. Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler, selain karena reaksi inflamasi dan refleks axon, juga karena terjadinya refleks vasomotor segmental medula spinalis, serta serabut eferen kolinergik dari pusat saraf otonom di hipotalamus anterior. Terjadinya vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan berbagai sisa metabolisme terangkut, pasokan ATP, nutrisi dan oksigen menjadi lancar; produk reaksi inflamasi difagositosis/dilisis, dan mediator yang teraktivasi diinaktivasi. 

    • Arus listrik dari perlukaan

      Titik akupunktur mempunyai tegangan listrik lebih tinggi dari kulit sekitarnya. Tegangan listrik yang melewati lapisan epidermis adalah 20 - 90 milivolt, dengan kutub positif di dalam dan kutub negatif diluar. Pelukaan kulit akan menimbulkan arus pendek. Penjaruman menurunkan tahanan listrik berbarengan dengan menghasilkan arus listrik searah sebesar 10 mikroamper dimana kutub negatif berada di bekas lubang tusukan dan kutub positif terletak di tepi luka Fenomena ini berlangsung selama lebih kurang 48 jam yaitu waktu yang dibutuhkan tubuh menyembuhkan luka tusukan. Degenerasi aksonal atau demielinisasi segmental menyebabkan saraf yang rusak menjadi peka berlebihan terhadap asetilkolin. Arus listrik searah yang dihasilkan penjaruman mengurangi kepekaan tersebut, dan memicu proses regenerasi saraf.

  2. Efek sistemik 

    • Efek analgetik

      Efek analgetik tindakan akupunktur dimediasi oleh endorfin atau oleh serotonin. Pada rangsangan yang lama dan kuat, dapat menimbulkan Stress induced analgesia, yang tidak dapat dihilangkan oleh nalokson atau sinanserin, tetapi dapat dihilangkan oleh deksametason. Penjaruman lokasi bukan titik akupunktur tidak menimbulkan efek analgesi, karena rangsang penjaruman itu tidak menuju substansia grisea periakuaduktus, sebagaimana rangsang titik akupunktur; tetapi menuju ke hipotalamus posterior dan nukleus sentromedian lateralis talami (bagian dari analgesia inhibitory system) dgn mediator kolesistokinin, suatu antagonis opiat endogen yg akan menduduki reseptor opiat di substansia grisea periakuaduktus.

    • Efek regulasi

      Tubuh manusia mempunyai kecenderungan mempertahankan homeostasis yang melibatkan : Sistem saraf, endokrin, dan mediator kimiawi

Referensi

  1. Akupunktur Medik: Peran Akupunktur Medik pada Pelayanan Kesehatan | RS AWAL BROS
  2. mengobati-dengan-akupuntur_compress.pdf
  3. Asal usul pengobatan tradisional Tiongkok: Mao menemukannya tetapi tidak mempercayainya.
  4. Akupuntur: Pengertian, Manfaat, dan Efek Samping
  5. Hermina Hospitals | Mengenal Lebih Dalam Akupuntur Medis
  6. Sehat bersama akupuntur medis - EMC Healthcare - SAME
  7. Akupuntur - Pengertian, Teori, Mekanisme, Manfaat dan Efek Samping - HaloSehat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hyperbaric Chamber (Hyperbaric Oxygen Therapy)